Tulisan

Catatan Organisasi-ku #1 📔✏

Assalamu’alaykum… 😊

Mau sharing sama temen-temen nih tentang sedikit ilmu dalam berorganisasi. InsyaAllah akan terbagi menjadi tiga part “Catatan Organisasi-ku”, biar tidak terlalu panjang. Hehe.. 😁

Dimana :

📝part 1 membahas tentang organisasi,

📝part 2 membahas tentang kepemimpinan

📝part 3 membahas tentang konflik

 

Langsung aja nih capcus ke topik pembahasan kita, yaitu ‘organisasi’.

Organisasi adalah interaksi antar orang dalam sebuah wadah untuk melakukan suatu tujuan yang sama.

 

Sebagai  LDF (Lembaga Dakwah Fakultas), yang menjadi ciri khas kita dibanding organisasi lain adalah ajaran Islam yang dominan di LDF. Nah, gimana sih kiat menciptakan organisasi yang Islami itu? 😊  Check this out :

  1. Keikhlasan

Keikhlasan adalah hal yang penting. Makna keikhlasan dalam hal ini adalah melakukan suatu kewajiban dengan maksimal atau yang terbaik dengan niat yang bersih. Ikhlas terkait dengan mujahadah atau kesungguhan.

 

  1. Nilai-nilai kebersamaan

Jika dalam sebuah organisasi tidak tercipta rasa kebersamaan, maka hal itu akan merepotkan pemimpin organisasi. Meskipun berhimpun, namun jika nilai kebersamaan tidak ada, maka hakikatnya sama dengan sendiri-sendiri. Tanpa nilai-nilai kebersamaan, kader akan berpikir “yang penting melaksanakan tugas sendiri, tidak peduli dengan tugas orang lain”.

 

  1. Pengorbanan

Tidak mungkin sebuah organisasi akan tumbuh dengan baik jika seseorang hanya mengandalkan ego masing-masing. Sebuah organisasi yang pemimpinnya memaksakan suatu target, maka ia tidak akan melihat bagaimana kondisi bawahannya untuk mencapai target itu. Seorang manajer harus berani berkorban untuk sebuah organisasi.

 

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang keagamaan (khususnya Islam), tentunya kita juga harus menyesuaikan kinerja kita sesuai dengan syariat. Di bawah ini akan dipaparkan budaya kerja syariah di organisasi :

  1. Shiddiq

Berarti memiliki kejujuran dan selalu melandasi ucapan, keyakinan, serta perbuatan berdasarkan ajaran islam. Tidak ada kontradiksi dan pertentangan yang disengaja antara ucapan dan perbuatan . Oleh karena itu Allah memerintahkan orang-orang  yang beriman untuk senantiasa memiliki sifat shiddiq dan menciptakan lingkungan yang shiddiq. Perhatikan firman-Nya :

“Hai orang-orang beriman bertawakkalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah : 119)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda :

“Hendaklah kalian jujur (benar) karena kejujuran mengantarkan pada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan ke dalam syurga. Sseorang yang selalu berusaha untuk jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kamu sekalian kidzb (dusta), karena dusta itu akan mengantarkan pada kejahatan. Dan kejahatan akan mengantarkan ke dalam neraka. Seseorang yang selalu berdusta akan dicatat oleh Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari)

Dalam dunia kerja dan usaha, kejujuran ditampilkan dalam bentuk kesungguhan dan ketepatan (mujahadah dan itqan),baik ketepatan waktu, janji, pelaporan, mengakui kelemahan dan kekurangan (tidak ditutup-tutupi) untuk kemudian diperbaiki secara terus menerus, serta menjauhkan diri dari berbuat bohong dan menipu.

 

  1. Istiqomah

Artinya konsisten dalam iman dan nilai-nilai  yang baik meskipun menghadapi berbagai godaan dan tantangan. Istiqomah dalam kebaikan ditampilkan dengan keteguhan, kesabaran, serta keuletan sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal. Istiqomah merupakan hasil dari suatu proses yang dilakukan secara terus menerus. Misalnya interaksi yang kuat dengan Allah dalam bentuk shalat, zikir, membaca Al-Quran, dll. Semua proses itu akan menumbuh-kembangkan suatu sistem yang memungkinkan kebaikan, kejujuran, dan keterbukaan teraplikasikan dengan baik. Sebaliknya keburukan dan ketidak-jujuran akan tereduksi dan ternafikan secara nyata. Orang dan lembaga yang istiqomah dalam kebaikan akan mendapatkan ketenangan sekaligus mendapatkan solusi serta jalan keluar dari segala persoalan yang ada.

 

  1. Fathanah

Berarti mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajiban. Sifat ini akan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan untuk melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat. Kreatif dan inovatif hanya mungkin dimiliki ketika seorang selalu berusaha untuk menambah berbagai ilmu pengetahuan, peraturan, dan informasi, baik yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun perusahaan secara umum. Sifat fathanah ( perpaduan antara ‘alim dan hafidz) telah mengantarkan nabi Yusuf dan timnya berhasil membangun kembali negeri Mesir.

“Berkata Yusuf ‘jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir) sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan” (QS. Yusuf : 55)

Sifat fathanah pulalah yang mengantarkan nabi Muhammad sebelum menjadi nabi mendapat keberhasilan dalam kegiatan perdagangan. (Riwayat Imam Bukhari)

 

  1. Amanah

Berarti memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban. Amanah ditampilkan dalam keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal, dan ihsan (perbuatan yang terbaik) dalam segala hal. Sifat amanah harus dimiliki oleh setiap mukmin apalagi yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan bagi masyarakat.

Rasulullah bersabda bahwa “Amanah akan menarik rezeki dan sebaliknya khianat akan mengakibatkan kefakiran” (Ad-Dailami)

 

  1. Tablig

Berarti mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak lain untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam kehidupan kita sehari-hari. Tablig yang disampaikan dengan hikmah, sabar, argumentatif, dan persuasif akan menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang semakin solid dan kuat.

 

“Sudah solid-kah organisasi-mu?”

Sebuah pertanyaan yang ditujukan buat kalian, para aktivis organisasi. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yuk ketahui dulu karakteristik tim (organisasi) yang solid itu seperti apa

Karakterisitik tim yang solid tuh kayak gini, guys…

  1. Tim/organisasi yang merasa memiliki pemimpin pengayom dan dicintai.
  2. Tim/organisasi yang bekerja dan pekerjaannya bermanfaat. Hal yang penting adalah apapun pekerjaan yang dilakukan, bawahan/staff merasa bahwa mereka mendapat tempat yang terhormat. Bayangkan yang terjadi sekarang ketika seorang tukang sapu merasa tidak mendapat tempat. Padahal harus kita sadari bahwa sebuah perusahaan tidak akan baik dan bersih tanpa tukang sapu. Oleh karena itu, kita misalnya, perlu penghargaan kepada tukang sapu, tukang pos, atau bagian-bagian kecil lainnya.
  3. Tim yang solid adalah tim yang menganggap anggota-anggotanya sebagai sebuah keluarga. Oleh karena itu, jika seorang pemimpin takut kehilangan wibawa karena menegur tukang sapu, maka ia tidak pantas dijadikan seorang pemimpin. Justru dengan memegur tukang sapu itulah yang akan melahirkan sebuah kekuatan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang datang kepada bawahan/staffnya untuk menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya.

Cuma tiga, dikit ya? Hehe.. 😁

 

Setelah mengetahui karakteristik tim/organisasi yang solid, udah bisa menjawab pertanyaan di atas apa belum? Kalau dirasa organisasimu udah solid, alhamdulillah 😊

Kalau belum? Nah, sekarang cari tahu apa yang menyebabkan ketidaksolidan tersebut.

Ketidaksolidan sebuah organisasi dapat disebabkan karena beberapa hal :

  1. Hanya mengandalkan hal-hal yang verbal.
  2. Pemimpinnya tidak memberi contoh
  3. Hubungan antara pemimpin dan bawahan/staff adalah hubungan atas bawah, tidak ada hubungan yang lain. Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjunjung tinggi hubungan kemanusiaan. Meskipun bawahan/staff tetap harus dihormati
  4. Pemimpinnya tidak tahan kritik. Pemimpin melakukan kesalahan tapi tidak tahan kritik, jadi tidak mau dikritik. Akibatnya akan terjadi perpecahan dalam organisasi tersebut.

 

Selain itu, ketidaksolidan suatu organisasi juga bisa disebabkan oleh kondisi internalnya. Gimana biar solid? Ya dibaikin internalnya, hehe.. 😁

Simak paragraf singkat berikut guys,

“Sesungguhnya perbaikan  paling utama  yang harus  dilakukan adalah perbaikan internal. Perbaikan internal inilah yang tidak banyak dilakukan oleh organisasi pada umumnya. Mereka justru lebih menenkankan pada target, target, dan target. Sebuah organisasi memang harus memiliki target. Akan tetapi hal yang harus diperhatikan juga adalah bagaimana proses untuk mencapai target itu. Proses pencapaian target itulah yang harus dihayati oleh perusahaan/organisasi. Apalah arti sebuah perusahaan /organisasi yang berhasil melampaui target ternyata bawahan/staffnya melakukannya dengan terpaksa dan tidak dilandasi cinta.

Jadi, hal yang paling penting selain unsur-unsur yang bersifat mekanistis adalah unsur-unsur  yang bersifat ruhiyah, bersifat hati dan spiritual.”

 

Sebelum menutup part 1 ini, ada secuil quotes buat temen-temen…

“Ajaran islam adalah ajaran yang mengutamakan proses, kerja, dan amal, bukan semata-mata pada hasilnya.”

Sekian, wassalamu’alaykum… 😊

 

Sumber : Manajemen Syariah dalam Praktik | DR. K. H. Didin Hafidhuddin, M.Sc – Hendri Tanjung, S.Si, M.M. | Gema Insani Press | Jakarta, 2003.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.