Tulisan

Catatan Organisasi-ku #2 📔✏

Assalamu’alaykum… 😊

Catatan Organisasi-ku part 2 is coming…!

Sesuai dengan perencanaan di awal, di part 2 ini akan dibahas tentang kepemimpinan. Alhamdulillah nggak sepanjang part 1, guys. Hehe… 😁

Dalam part 2 ini ada tiga subbab :

  1. Seperti apa sih tipe manajer/leader yang diperlukan dalam manajemen islami?
  2. Kemampuan apa yang harus kita miliki sebagai manajer yang islami?
  3. Kriteria pemimpin sukses

 

Yuk langsung capcus ke subbab pertama!

Berikut adalah tipe Manajer/Leader yang diperlukan dalam manajemen islami

  • Ketegasan

Jika seorang manajer/leader mengatakan sesuatu itu A dengan argumentasi yang jelas, maka harus disepakati bahwa itu adalah A. Manajer/leader yang sangat dibutuhkan saat ini adalah manajer yang mempunyai ketegasan dalam menentukan sikap.

 

  • Musyawarah

Manajer/leader yang baik adalah manajer/leader yang selalu bermusyawarah yang esensinya adalah saling tukar pendapat. Manajer/leader yang baik adalah manajer yang merespon pendapat-pendapat bawahan/staff dan mendengar keluhan-keluhan mereka. Di samping terdapat  ketegasan, terdapat pula kebiasaan bermusyawarah.

 

  • Keterbukaan

Seperti  yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab. Beliau merupakan seorang manajer sekaligus pemimpin yang baik. Sejarah telah mencatat, ketika Umar mengumpulkan wanita-wanita karena pada saat itu banyak laki-laki bujangan yang sudah tua dan belum beristri. Ternyata sebabnya adalah pada saat itu mahar untuk menikahi seorang wanita terlalu mahal. Umar mengatakan “Wahai para wanita, kalian jangan membuat mahar yang mahal-mahal.”

Mendengar ini seorang wanita langsung protes sambil membacakan surah An-Nisaa’ ayat 20. Wanita itu mengatakan “Bukankah Allah berfirman ‘…sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak…’ Saya tidak setuju kepada kebijakan Anda.”

Langsung Umar mengatakan”Umar salah dan wanita itu yang benar.”

Kisah itu menunjukkan bahwa manajer/leader  yang baik itu adalah manajer/leader  yang transparan dan terbuka dalam segala hal, menyangkut pekerjaan dan kebijakan, bahkan juga menyangkut keuangan dan gizi serta penghasilan lainnya.

 

  • Pemahaman yang mendalam terhadap tujuan organisasi.

Visi dan misi dari organisasi harus dipahami benar oleh seorang manajer/leader, sehingga organisasi itu dapat berjalan dengan baik.

 

Lalu, untuk menjadi manajer/leader yang islami, kemampuan apa aja sih yang kudu kita miliki? Nah, check this out, guys! 😉

  1. Mampu menggerakkan motivasi para bawahan/staff.
  2. Mampu memberikan tugas kpada bawahan/staff sesuai dengan keahlian masing-masing atau mampu menempatkan orang-orang pada tempat yang benar. Manajer/leader harus mampu menempatkan seseorang pada bidangnya, jangan sampai salah tempat. Jika seseorang mengerjakan sesuatu pada bidangnya maka ia akan melihat pekerjaan itu bukan semata mata sebagai kewajiban, tetapi sebagai sebuah kenikmatan. Jika seorang ditugasi di suatu tempat, kemudian ia sendiri tidak senang, maka ia hanya akan sekedar melakukan kewajiban, tetapi tidak menikmatinya.
  3. Mampu memberikan reward. Jika seseorang melaksanakan tugasnya dengan baik, seorang manajer/leader harus memberikan reward. Reward tersebut tidak mesti berbentuk benda atau materi, bisa saja dalam bentuk pujian atau apa saja yang dapat meningkatkan semangat dan motivasi bawahan/staff. Demikian pula kepada orang yang tidak melaksanakan tugas, maka seorang manajer/leader harus mampu memberikan punishment atau sanksi, misalnya dalam bentuk teguran.
  4. Mampu memberikan contoh yang baik. Jika seorang meminta bawahan/staffnya untuk tepat waktu, maka ia pun harus melaksanakannya. Tidak akan efektif jika seorang manajer/leader menyuruh sesuatu, namun ia sendiri tidak melaksanakannya. Ketentuan ini tentu saja bukan hanya dalam bidang dakwah, melainkan juga dalam bidang organisasi. Jika seorang atasan menyuruh bawahannya, maka harus dimulai dari dirinya sendiri. Tidak mungkin kita menyuruh bawahan bersikap sederhana sementara kita sendiri tidak bersikap sederhana.

 

“Sudah sukses kah kita menjadi pemimpin?”

Berikut adalah kriteria pemimpin yang sukses. Pahami baik-baik yaa… 😊

  1. Ketika seorang pemimpin dicintai oleh bawahan.

Organisasi yang dipimpinnya akan berjalan dengan baik jika kepemimpinannya dinahkodai oleh pemimpin yang dicintai oleh bawahan. Hal ini dapat dianalogikan dengan shalat berjamaah. Jika seorang imam di suatu tempat, daerah, dan masjid dicintai oleh makmumnya, maka hal itu merupakan pertanda jamaah yang baik. Shalat berjamaah yang paling baik adalah shalat yang dipimpin oleh imam yang baik, yang fasih bacaannya, dan juga dicintai oleh makmumnya. Hal ini menggambarkan dengan jelas bahwa seorang pemimpin disamping harus memiliki kemampuan untuk melakukan tugas-tugas  kepemimpinan, juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola hati. Persoalan hati merupakan persoalan yang sangat penting karena disadari benar bahwa pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang disertai dengan hati. Jika sebuah pekerjaan hanya didefinisikan secara mekanis tanpa katalisator hati, maka pekerjaan itu tidak akan mampu dilakukan dengan baik. Oleh karena itu jelas bahwa hati menjadi persoalan yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh seorang pemimpin.

 

  1. Pemimpin yang mampu menampung aspirasi bawahannya.

Selain dicintai, pemimpin yang baik juga dapat menerima kritik dari bawahannya. Bahkan dalam sebuah hadits dikatakan “Jika Allah bermaksud menjadikan seorang pemimpin yang berhasil maka Allah akan menjadikan para pembantunya itu orang-orang yang baik.” (HR. Nasa’i)

Yang dimaksud dengan para pembantunya adalah orang-orang yang baik, jika pemimpin itu melakukan sesuatu yang baik maka bawahan akan mendukungnya. Namun jika seorang pemimpin melakukan tindakan yang tidak baik maka bawahan akan mengoreksinya. Disanalah pentingnya mekanisme tausiyah, mekanisme saling mengoreksi dan saling menasehati. Jika seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan dikelingi oleh orang-orang yang kritis, sering memberikan masukan yang berharga, maka kesuksesan yang akan diraih oleh organisasi itu merupakan suatu keniscayaan.

 

  1. Pemimpin yang selalu bermusyawarah.

Seorang pemimpin selain harus siap menerima dan mendapatkan tausiyah atau kritikan, pemimpin yang sukses juga selalu bermusyawarah. Musyawarah dilakukan dengan org-orang tertentu untuk membahas persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan publik. Musyawarah ini ditujukan untuk saling bertukar pendapat dan pemikiran. Jika musyawarah berjalan dengan baik, maka para bawahan akan merasa termotivasi karena mereka merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan organisasi /perusahaan dan kehidupan mereka. Dengan musyawarah ada unsur penghargaan yang tersirat dari seorang pemimpin untuk menerima masukan-masukan dari para bawahan. Hal ini akan berdampak positif, mengingat bahwa bawahan adalah manusia yang harus ‘dimanusiakan’, bukan sekedar robot yang dengan seenaknya dapat diperintahkan apa saja.

 

  1. Pemimpin yang tegas.

Tipe pemimpin dalam islam tidak otoriter, melainkan tegas dan bermusyawarah serta dicintai.

 

Nah, udah tau kan gimana tipe pemimpin yang islami, kemampuan apa yang harus dimiliki untuk menjadi pemimpin yang islami, dan kriteria pemimpin sukses. Semoga bisa dijadikan introspeksi untuk diri kita dan mungkin juga bisa diterapkan sedikit-sedikit yaa. Hehe… 😁

Sekian, wassalamu’alaykum… 😊

 

Sumber : Manajemen Syariah dalam Praktik | DR. K. H. Didin Hafidhuddin, M.Sc – Hendri Tanjung, S.Si, M.M. | Gema Insani Press | Jakarta, 2003.