Tulisan

Hai, Valentine’s Day! 💝💐

Lho lho lho, kok judulnya malah ngucapin Valentine sih? 😲
Eits, tenang dulu bro..jangan keburu emosi..
Tamatin dulu baca ini.. 😁

Valentine. Apa sih yang kamu tau tentang Valentine’s Day?
Hari dimana warna pink bertebaran dimana-mana, banyak coklat *hmm…enaknyaa*, apa lagi yaa…oh iya, bunga mawar dan boneka teddy bear ato bantal berbentuk hati juga bertebaran dimana-mana. 😂
Valentine di area kita didominasikan dengan bagi-bagi coklat ato mawar ke orang terkasih *ciee terkasih* biasanya sih pacar haha 😂

Tapi, apa iya sih Valentine yang sebenernya kayak gitu?
Yuks intip sejarah Valentine…
Pada zaman dahulu…
Sebelum negara api menyerang…
*kok jadi Avatar* 😔
Kembali ke sejarah Valentine…
Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April
Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil.
Inilah salinannya:
Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14
Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.
Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari
memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi
Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.
Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.
Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.
Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.
Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak
pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi.
Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan
dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal
14 Februari 269 M.

Panjang banget ya, hehe.. 😁
Nah.. Udah tau kan sejarahnya Valentine’s Day?
Lantas, apa hubungannya ya sama mawar dan cokelat? Hehehe… Dipikir-pikir ya nggak nyambung juga…

“Valentine is not my day.”
Iya guys, itu yang harus ditanamkan dalam diri kita sebagai muslim. 😉

“Wah loe gak punya toleransi beragama.”
“Sok alim loe.”
Abaikan ucapan-ucapan di atas. Toleransi emang perlu sih, tapi ada batasannya. Bukan berarti atas dasar toleransi kita ikutan merayakan Valentine Day.
Di dalam hadits udah dikasih tau kalo kita nggak boleh tasyabbuh ato menirukan suatu kaum.
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ”(HR. Tirmidzi)
Di QS. Al-Kafirun juga udah tertulis “Lakum diinukum wa liyadiin” yang artinya “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” Masalah agama, dewe-dewe, bos. Kita ngga perlu ikutan perayaan agama lain demi sebuah kata “toleransi”. 😊

“Tapi kan.. Valentine itu hari kasih sayang? Kenapa kita gak boleh ikutan merayakan?”
Wah… Ayo dibaca lagi sejarah Valentine, apakah disitu mengkodekan kalo hari Valentine itu hari kasih sayang?
Hari Valentine di beberapa negara Barat dirayakan dengan pesta seks. Hiiy.. Ngeri euy..! Read this 👇
“Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu.
Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.”
Apakah itu menunjukkan kasih sayang? Seperti itukah hakikat kasih sayang yang sebenernya? Monggo direnungkan lagi… 😉

Merayakan Valentine, sama aja dengan kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, nah lo…
Kok bisa? Check this out, guys!
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

Sobat muslim, hari kasih sayang dalam islam itu tiap hari. Bukan cuma pas tanggal 14 Februari aja. Hehe… 😄
Ngasih cokelat nggak cuma pas tanggal 14 Februari aja. Mau kasih cokelat kapan aja mah boleh. Tiap hari pun nggak apa. Haha… 🍫 🍫😋

Naah, temen-temen saudara seiman, kesimpulan dari catatan kecil di atas adalah…
Apa hayooo… 😂
Valentine itu…
1. Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
2. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual
agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
3. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh Nasrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
4. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.

Hari kasih sayang kita itu tiap hari, lebih so sweet kan hihi… 😍
Kasih sayang juga nggak sebanding dengan sepotong coklat dan setangkai bunga mawar. Mau ngga sih kalo kasih sayang kita kepada seseorang cuma dihargai sebatas coklat dan mawar? Coklat bisa habis dimakan, bunga bisa layu seiring berjalannya waktu. Lantas, kasih sayang kita gimana? Akankah pudar seiring habisnya coklat dan layunya bunga mawar? Waah jangan sampe begitu ya… 😊
Kalo emang begitu, yaa tiap hari aja tukaran coklat sama mawar hehe… *eh bangkrut dah 😂💸💸 *

Sepertinya cukup sekian post edisi Valentine-nya.
Btw, masalah judul sengaja dibikin gitu. Kenapa? Seenggaknya dia memunculkan sedikit rasa kaget ato kepo ato apa lah. Kan kurang mengundang rasa kalo judulnya udah to the point hehe…
“Halah admin iki kok yo cerewet.” 😒
Oke oke…
Saya tutup postnya. 😁
Semoga bermanfaat, sobat. Ingat… Valentine is not my day. Emm ato lebih pas-nya lagi Valentine is not our day [our : umat muslim-red]
See you next time, guys..! 😊 👋

Sumber : http://m.eramuslim.co/berita/laporan-khusus/merayakan-valentine-day-berarti-ikut-menuhankan-yesus.htm

6 Kerusakan Hari Valentine

One thought on “Hai, Valentine’s Day! 💝💐

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.