KajianKegiatan

KIM3 : Menjadi Muslim High-Class (Classification Super Student) oleh Arif Suhendar

Kehidupan mahasiswa itu dipenuhi oleh banyak kegiatan, mulai dari tugas, praktikum, sampai kegiatan organisasi yang padat, sampai-sampai kita (mahasiswa) bingung bagaimana membagi waktunya. Tapi, di balik semua kelelahan yang kita dapat, tentunya kesuksesan sudah menjadi target kita semua.

Jika cinta adalah kata kerja, maka bukan cinta jika kita hanya berdiam diri dan tidak bergerak.

Kajian kali ini akan membahas tips-tips menjadi mahasiswa muslim yang high-class.

Apa itu muslim high-class?

Muslim high-class adalah seorang muslim yang memiliki kelas tinggi. Dia punya suatu power atau sesuatu yang digarap–satu karya, satu kepribadian, satu prinsip–yang tidak terpatahkan oleh apapun.

Mengapa kita diajari untuk menjadi muslim yang seperti itu?

404 not found

404 not found” sering muncul ketika kita mencari sesuatu tapi tidak ketemu. Ternyata, hari ini kita juga demikian. Susah sekali bagi kita untuk mencari tauladan dari seorang muslim yang high-class.

Muslim high-class itu seperti apa?

Jika kita menelusuri sejarah, maka kita akan menemukan muslim high-class pertama, yakni Rasulullah saw, sahabat Rasul serta khalifah pada abad ke-6. Rasulullah saw. adalah seseorang yang kaya (hatinya) dan cerdas. Beliau selalu berpenampilan rapi dan tampan..

Pernah pada suatu ketika Rasul melihat seorang sahabat lewat dan dia terlihat lemas. Dia pun langsung ditegur oleh Rasul. Beliau berkata, “Sesungguhnya aku tidak suka kalau umatku terlihat lemas. Umatku harus terlihat gagah, gentle, dan kekar.”

Setelah runtuhnya khalifah, sosok high-class mulai sulit ditemukan. Di Indonesia sendiri, terdapat seorang yang bernama Maulana Malik Ibrahim (Wali Songo). Beliau adalah salah satu utusan Turki Utsmani yang menyebarkan Islam di Indonesia.

Pada hari ini, siapakah muslim high class itu?

Jawabannya adalah “404 not found“. Susah sekali untuk dicari.

Kenapa bisa terjadi “404 not found”?

Karena kita sudah memasuki zaman yang disoriented. Pada hari ini, parameter idola muslim zaman sekarang tidak ke orang muslimnya sendiri. Ketika model parameter idola kita seperti itu, kita sedikit demi sedikit akan mengikuti idola tersebut. Padahal, beberapa idola muslim zaman sekarang keislamannya masih layu.

Oleh karena itu, penting untuk kita agar :

1. Membuat tujuan yang jelas

Thomas Carleo, seorang filsuf pada zamannya, berkata, “Jika seseorang memiliki tujuan , dia akan membuat sebuah perubahan walaupun jalannya susah. Sebaliknya, jika tidak memiliki tujuan yang jelas, dia tidak akan membuat perubahan walaupun jalannya mudah.

Di mana tujuan seorang muslim akan berakhir?

Ibarat dua titik (awal dan akhir) dan sebuah garis, dan kita berada di tengah2 garis. Kadangkala kita lelah melakukan segala hal, karena kita lupa tujuan kita. Orang yang memiliki tujuan akan senantiasa tergerak untuk bergerak lebih banyak, bergerak lebih baik lagi.

Seorang mahasiswa bisa jadi apapun saat mengeyam pendidikan di kampus, karena kampus adalah sarana akselerasi yang paling asyik. Di kampus, mahasiswa akan diberi lima pilihan, dan itu harusnya terinternalisasi dalam diri mahasiswa. “Apa yang kamu cari?” Kemudian, cobalah buat tujuan itu. Kelima hal tersebut adalah sebagai berikut.

1. Kerohanian
“Apa yang perlu dikejar?” Tujuannya adalah menjadi seorang mukmin, menshalihkan diri.

2. Bagaimana kamu bisa berprestasi?
Arahnya bisa ke mawapres (mahasiswa berprestasi), dalam hal ini akademiklah yg dikejar.

3. Kepemimpinan
Paling tidak, kepemimpinan bisa memberikan pengaruh bagi sekitar.

4. Bisnis
Hendaknya diatur dari sekarang.

5. Hobi
Hal-hal di luar empat pilihan di atas.

Ketika kita dilahirkan sebagai seorang muslim dan menyatakan diri sebagai seorang muslim, harusnya kita seperti apa?

Tafsir surat Ali Imron :
Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang robbani. karena kamu selalu mengajarkan al-qur’an disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

2. Menjadi generasi rabbani

Robbani itu seperti apa?

1. Menguasai ilmu
Paham apa yang dikerjakan–dalam konteks mahasiswa artinya kita paham apa yg sedang kita kuliahi, luas wawasannya (paling tahu tentang ilmu yg dipelajari)

2. Melek kepemimpinan dan strategi
Seorang muslim harus bisa memimpin, karena sejak awal muslim adalah pemimpin. Kalau kita mau sesuatu yang besar, maka pimpinlah diri kita. Muslim high-class pada masanya akan menjadi top management dan top leader. Rasul berkata, “Kepemimpinan Islam itu akan jaya, kemudian digantikan oleh pemimpin yang dzolim sampai Islam itu jaya kembali.”
Tips : memperbaiki diri sendiri >> keluarga >> masyarakat >> pemimpin peradaban

 

Bagaimana cara kita memimpin?

Di kampus ini silahkan manfaatkan fasilitas yang ada. Kenapa? Kampus adalah sarana belajar paling asyik. Di dunia kerja, jika kita salah memimpin dampaknya jauh lebih besar dari pada di kampus. Jangan jadikan kepemimpinan itu berat. Allah sedang mengajarkan kita untuk menjadi generasi robbani.

3. Manajer yang handal
Mampu mengelola waktu, mengelola acara dari merencanakan, mengalokasikan, melaksanakan sampai mengevaluasi dan menganalisis mana yang dilanjut dan mana yang tidak

4. Memberikan celupan dan giat mengatasi urusan warganya/rakyat
Mengurusi problematika sekitar untuk memperbaiki agama

Generasi rabbani  adalah mereka yang mengajarkan Al-Kitab dan tetap mempelajarinya. Hendaknya dilakukan secara kontinu, agar kita tidak jadi bagian dari “404 not found“. Maka dari itu, ketika kita sudah mengilhami bahwa menjadi generasi robbani harus memiliki karakter-karakter tersebut, maka seharusnya hidup kita harusnya bertumbuh dan bertumbuh.

Hidup itu harus bertumbuh sampai akhirnya nanti kita menginjakkan kaki di pintu surga, dan Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia ini sehingga Aku mengizinkanmu masuk ke dalam surga-Ku?”

Tujuan tertinggi kita adalah Allah,kemudian diikuti dengan surganya Allah. Surga Allah ada 7-8 pintu. Jangan sampai kita tidak bisa masuk surga lewat pintu-pintu tersebut.

Visi : Allahu Ghayatuna (Allah adalah tujuan kami)
Standar: Ar-Rasul Qudwatuna (Rasulullah teladan kami)
Parameter : Al-Quran Dusturuna (Al-Quran pedoman hidup kami) ilmu, kekuatan skill, kekuatan dalam menjaga amal yaumi.
Kinerja : Jihad (sungguh-sungguh)

Bertumbuhnya di mana?

Hendaklah ada satu ibadah, satu karya yang kemudian kita garap dari sekarang, dan nantinya akan menjadi kebanggan kita dengan Allah (amal yang spesial/amal pamungkas).

3. Jadilah “sapi ungu” di antara sapi hitam putih

Sapi ungu memiliki harga paling mahal karena mereka langka, unik, spesial

Harga tingginya di mana?

Bagaimana jika yang menjadikan kita spesial adalah Allah?

“Sesungguhnya allah telah membeli harga diri orang-orang mukmin itu dengan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

Jual belinya seperti apa?

Dengan kegiatan-kegiatan yang diridhoi Allah, seperti kajian, mentoring, dsb. Kita menukar waktu kita, hati kita, dengan kegiatan itu.

Dapatkan suatu prestasi, karena sekarang zaman prestasi, orang-orang yg prestatif cenderung lebih didengar dan disegani.

Hal yang dapat mempengaruhi diri kita :
1. Mindset.
Jangan membatasi diri kita, jangan membatasi arah gerak kita. jangan anggap kita tidak bisa apa-apa, buktikan bahwa kita bisa lebih  dari mereka! Ingat, mindset kita akan mempengaruhi segala hal pada diri kita. 
2. Usaha.
Memiliki gerak yang tak terpatahkan
3. Percaya (Optimis).
Percayalah, kita lebih besar dari semua anggapan-anggapan yg ada, termasuk anggapan diri sendiri.
4. Mentor (pembimbing).
– Mentor agama
– Mentor profesi masa depan
– Mentor kehidupan (kekeluargaan, ujian hidup, dll)
5. Pembagian waktu
– Aku untuk aku : disisihkan untuk diri kita (akademik, belajar, softskill, finansial,dsb)
– Aku untuk kamu : alokasikan untuk orang lain (teman, organisasi, dsb)
– Aku untuk Allah : tidak bisa diganggu gugat karena melibatkan ibadah dengan Allah

Tiga hal yang dapat menjadikan anak muda besar :
1. Sering membaca, baik lmu maupun situasi dimana dia berada
2. Dekat dengan ulama’, dan orang-orang sholih
3. Kumpul dan memperluas pertemanan dengan orang-orang hebat/besar.

 

Kualitas kita akan ditentukan dari orang-orang yang berinteraksi dengan kita.

Mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi, oleh karena itu persiapkan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.