ArtikelTulisan

KULIAHMU ITU SIA SIA…

Suatu hari ada dua orang pekerja di sebuah perusahaan bangunan. Mereka dikirim untuk memperbaiki sebuah atap gedung. Ketika sampai di bangunan, mereka menuju lift yang tersedia untuk naik ke atap. Ternyata ketika itu, lift tidak bisa digunakan karena rusak. Mereka berhenti sejenak dan berpikir, apa yang seharusnya di lakukan?. Terlintas dalam benak mereka untuk tetap naik ke atap meski menaiki tangga darurat. Padahal, ketinggian bangunan tersebut 40 lantai. Mereka akan menaiki tangga demi tangga agar sampai pada atap dengan membawa beberapa material untuk pengganti yang rusak, dengan ketinggian yang tidak terbayangkan. Dengan semangat yang kuat, mereka bertekad untuk tetap naik ke atap.
.
Setelah usaha yang begitu keras mereka lakukan, dan tentunya dengan cucuran keringat dan beberapa kali istirahat, sampailah mereka pada tujuan. Salah seorang dari mereka menoleh kepada temannya seraya berkata, “Ada dua hal yang ingin saya sampaikan padamu. Satu kabar baik dan satu lagi kabar buruk.”
.
Temannya berkata , “Sampaikan dulu kabar baiknya.” Ia berkata, “Setelah melalui perjuangan yang begitu keras, pada akhirnya kita berhasil mencapai atap.” Temannya menjawab, “Hebat, kita bisa berhasil menaklukan empat puluh lantai dengan menaiki tangga. Terus beritahu buruknya apa?” Temannya berkata. “Berita buruknya adalah bangunan ini bukanlah bangunan yang dimaksud (bangunan yang seharusnya kita perbaiki).”
.
Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah diatas?. Pernah gak kita mengalami seperti apa yang dialami oleh dua orang pekerja itu. Sudah capek-capek dikerjain tapi pekerjannya sia-sia. Kalau kita mau merenung sebenarnya aktivitas apapun yang kita lakukan, semuanya itu adalah perbuatan sia-sia. Kuliah, belajar, rutin membaca buku, olahraga, makan, mempelajari bahasa baru. Semua itu adalah pekerjaan sia-sia, maksudnya bagaimana? kok bisa sia-sia.
.
Begini, misalkan pekerjaan yang kamu lakukan itu seperti menjumlahkan angka angka dalam hidup mu. Bayangkan tahun ini kamu mempelajari sebuah bahasa baru dalam hidup bayangkan seperti menambah nilai angka dalam hidup mu katakanlah bertambah 10 angka dalam hidupmu. Setiap tahun kamu menambah angka-angka itu sampai kamu gak bisa menambah angka-angka itu lagi. Misalkan total angka yang kamu kumpulkan sampai kamu meninggal dunia dalam hidupmu adalah 13.000, apa yang terjadi setelah itu?. Sebanyak apapun angka angka yang kamu jumlahkan, yang kamu miliki dalam hidup kamu itu pada akhirnya harus dikalikan nol. Kenapa harus dikalikan nol?, karena kematian. kematian itu menyudahi segala apa yang kamu lakukan. Mau kamu mempelajari bahasa baru apa egak ketika sudah gak punya nyawa bahasa baru yang kamu pelajari itu jadi gak berguna lagi kan. Pada akhirnya angka angka yang kamu tambahkan setiap tahun itu hasilnya semua menjadi nol, kematian membuat segalanya menjadi sia-sia. Pada akhirnya kamu tidak mendapatkan apa-apa dari usaha yang telah kamu lakukan itu.
.
Tetapi perbuatan itu bisa jadi tidak nol, dengan syarat walaupun kita sudah mati perbuatan yang kamu lakukan itu harus bernilai abadi. Hanya pencipta kehidupan ini yang bisa membuat nilai itu bernilai abadi dan tidak nol. Dengan kata lain bahwa semua apapun itu akan binasa dan tidak bernilai apa apa kecuali jalan kepada-Nya. Jadi pencipta hidup ini berfirman jika niatmu untuk Allah, apapun yang kamu lakukan belajar bahasa baru, membaca buku rutin setiap hari, kuliah, berusaha menjadi kaya apapun itu jika diniatkan untuk Allah maka semua itu akan bernilai abadi dan tidak akan sia-sia. Sebaliknya, jika tidak untuk Allah aktivitas atau perbuatan itu hanyalah sia-sia. Nah, masalahnya sudahkah kita beriman kepada Allah dan melakukan apapun untuk Allah?.

Info lebih lanjut, kunjungi :

Line: @MPX7867M
Instagram: @forkalamfmipaub
Facebook: Forkalam FMIPA UB
Website: forkalam.mipa.ub.ac.id
Youtube Channel: iforkalam
====================
Dept. Syiar
Kabinet Iltizam
Forum Kajian Islam FMIPA 2018
Universitas Brawijaya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.