Artikel

Senantiasalah Lisanmu Berdzikir

Saudaraku, engkau yang mendambakan ketenangan dan kemenangan dalam hidupnya. Berdzikirlah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Karena dia telah berfirman, “dan ingatlah kepada Allah, supaya kalian mendapat kemenangan,” (QS. Al-Jumuah: 10). Dia juga telah berfirman, “..laki-laki dan perempuan yang senantiasa berdzikir kepada Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar..” (QS. Al-Ahzab: 35).

Suatu ketika, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda: “Maukah aku beri tahu kalian tentang amal yang terbaik? Yang paling suci di sisi Penguasa kalian (Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa), serta akan membuat kalian mencapai derajat yang tinggi, dan lebih baik daripada bersedekah emas atau perak, lebih baik daripada kalian bertemu dengan musuh kalian (dalam jihad fiisabilillaah) lalu kalian dapat memukul leher mereka dan mereka juga memukul leher kalian?” para sahabat menjawab, “Kami ingin tahu, ya Rasulullah,” beliau bersabda: “Dzikrullah.”

Dari Abu Musa Al-As’ary, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Tuhannya dengan yang tidak berdzikir, seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari).

Dalam Riwayat Muslim, “Perumpamaan rumah yang di dalamnya dibuat berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, dengan rumah yang tidak dibuat berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa seperti keadaan orang hidup dan orang mati.” (HR. Muslim).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Barr, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam dan bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam sangatlah banyak. Beritahukan kepadaku tentang suatu amalan yang kami bisa memegang teguhnya,” beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu senantiasa berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.” (HR. Ahmad).

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membaca Subhaanallaahil adziim wabihamdihi, niscaya ditanamkan untuknya satu pohon kurma di Surga.” (HR. Tirmidzi).

Dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Aku berjumpa dengan Nabi Ibrahim pada malam Isra’ Mi’raj, lalu dia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salamku untuk ummatmu, dan kabarkan kepada mereka bahwa Surga memiliki tanah terbaik, dan air paling segar. Surga itu adalah tanah yang kosong, dan tumbuhannya adalah subhaanallaahi walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar.’” (HR. Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, bahwasannya orang-orang miskin dari golongan Muhajirin datang kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam. Lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi membawa derajat yang tinggi dalam kenikmatan dan kedudukan, mereka shalat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, akan tetapi mereka dilebihkan dalam hal harta, sehingga mereka bisa berhaji, berumrah, berjihad dengannya, dan bershodaqoh,” Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam menjawab, “Maukah aku beritahu kalian suatu amalan yang tidak akan disamai oleh orang sebelum kalian dan tidak pula didahului oleh orang sesudah kalian? Mereka tidak akan mendapatkan kebaikan seperti kalian kecuali mereka melakukan hal yang sama dengan yang akan kalian lakukan ini.” Mereka menjawab, “Apakah itu, ya Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bertasbih, bertahmid, dan bertakbir, masing-masing 33 kali.” (HR. Bukhari).

Beberapa manfaat berdzikir diantaranya:

  1. Kemenangan dunia akhirat

Tidaklah seseorang mendapatkan kemenangan kecuali karena dua hal,  yaitu dihindarkan dari yang mereka takuti dan dibantu meraih apa yang mereka inginkan. Maka dzikir akan menghadirkan keduanya. Sebagaimana dikisahkan Abu Hurairah, dia berkata, “Pada suatu ketika Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam pergi ke Makkah melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Kemudian beliau bersabda, ‘Ayo jalanlah! Inilah Jumdan. Telah menang para mufariddun,’ para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan mufariddun?’ beliau menjawab, ‘Yaitu orang-orang (laki-lai/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah.’” (HR. Muslim).

  1. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berkenan mengingat hamba-Nya

Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang, maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia mendatangi-Ku  dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Muslim).

Adakah kemuliaan yang lebih besar daripada nama kita disebut-sebut oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa? Betapa bahagianya orang-orang yang namanya diingat oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Cobalah perhatikan bagaimana perasaan Ubay bin Ka’ab ketika Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam mengabari bahwa namanya disebut oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda kepada Ubay bin Ka’ab, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memerintahkanku untuk membacakan Al-Quran padamu,” Ubay bertanya, “Apakah Allah menyebut dan memperdengarkan namaku pada Anda?” beliau menjawab, “Ya, Allah menyebutkan namamu padaku.” Akhirnya, Ubay pun menangis terharu. (HR. Bukhori).

  1. Senantiasa dibersamai Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku jika ia mengingat-Ku dan ketika kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku.” (HR. Ahmad).

Dari Muadz bin Jabal berkata, “Sesungguhnya ucapan terakhir Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam ketika berpisah denganku adalah ketika aku bertanya kepada beliau, ‘Apakah amal yang paling dicintai Allah?’ beliau berkata, ‘Yaitu kamu meninggal dunia sedangkan lisanmu senantiasa berdzikir kepada Allah.’” (HR. Thabrani).

  1. Menyucikan hati

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu memiliki pengilaunya (pembersihnya), dan pengilau hati adalah berdzikir kepada Allah.” (HR. Baihaqi)

  1. Dijauhkan dari godaan syaitan

Dikisahkan oleh Imam Tirmidzi bahwasannya Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa mewahyukan kepada Nabi Yahya bin Zakaria dengan lima kalimat. Agar beliau beramal dengannya dan memerintahkan Bani Israil beramal dengannya. Di antara yang diwahyukan itu adalah, “Perintahkanlah mereka untuk banyak berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, perumpamaan dzikir itu adalah seperti seorang laki-laki yang dikejar-kejar oleh musuhnya sehingga dia selamat sampai ke bentengnya, sehingga dia selamat. Demikianlah keadaan seorang hamba, tidaklah ia tertolong dari serangan syaitan, kecuali dengan berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.”

  1. Diselamatkan dari adzab akhirat

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh seorang manusia yang lebih bisa menyelamatkannya dari adzab Allah melebihi dzikir.” (HR. Ahmad)

Masih banyak lagi manfaat dari kebiasaan lisan dan hati yang berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memudahkan kita untuk mengamalkannya. Wallaahu a’lam bisshowwaab.

Sumber : Majalah Nurul Hayat Edisi 162 – Juli 2017 (Syawal – Dzulqo’dah 1438 H)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.