Artikel

Yuk Berqurban #2 🐑🐫

Assalamu’alaykum.. 😊
Yuk Berqurban #2 datang nih..
Kali ini kita bahas syarat-syarat berqurban.
Oke langsung aja, check this out guys! 😉

1.) Binatang qurban harus berupa binatang ternak, yaitu onta, sapi dan kambing, baik berupa kambing lokal maupun kambing domba (kibasy), berdasarkan firman Allah yang artinya:

?Dan bagi setiap umat, telah kami syariatkan ibadah qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap apa yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.? (QS. Al Hajj: 34)

Adapun yang dimaksudkan dengan bahimatul an?am adalah onta, sapi dan kambing. Pengertian inilah yang umum dikenal di kalangan orang-orang Arab. Demikianlah penjelasan Hasan Al Basri, Qatadah dan yang lainnya.

2.) Usia hewan tersebut telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh syariat (syara?), yakni jadz?ah untuk domba dan tsaniyah untuk yang lainnya. Berdasarkan sabda Nabi SAW:

?Janganlah kalian menyembelih qurban kecuali berupa musinnah. Namun apabila kalian kesulitan mendapatkannya maka sembelihlah domba yang jadz?ah.? (HR. Muslim)

Yang dimaksud musinnah adalah hewan yang telah mencapai usia tsaniyah atau lebih tua daripada itu. Jika usianya kurang dari tsaniyah maka disebut jadz?ah. Usia tsaniyah untuk onta adalah onta yang telah genap berusia 5 tahun. Adapun untuk sapi adalah yang telah genap berusia dua tahun. Sedangkan untuk kambing jika telah genap berusia setahun. Sementara itu usia jadz?ah untuk kambing adalah kambing yang sudah genap berusia setengah tahun. Dengan demikian tidak sah hukumnya berqurban dengan hewan ternak yang belum memasuki usia tsaniyah untuk onta, sapi dan kambing lokal atau ukuran jadz?ah untuk domba (kibasy).

3.) Hewan qurban tersebut tidak memiliki cacat yang bisa menghalangi keabsahannya.

Adapun cacat yang dimaksudkan ada empat bentuk:

a. Salah satu matanya buta, baik disebabkan karena tidak memiliki bola mata, bola mata menonjol keluar, atau karena bagian mata yang hitam berubah warna menjadi putih

b. Hewan yang sakit, yakni sakit yang gejalanya jelas terlihat pada hewan tersebut seperti deman hingga membuatnya tak bisa berjalan dan loyo.

c. Dalam keadaan pincang, yakni pincang yang bisa menghalangi hewan tersebut untuk berjalan.

d. Dalam keadaan kurus, sehingga tulangnya tidak bersumsum.

4.) Hewan yang hendak digunakan untuk berqurban merupakan milik shahibul qurban atau milik orang lain namun telah sah secara syariat (syara?) atau telah mendapatkan izin dari pemilik.

Oleh karena itu tidak sah berqurban dengan hewan yang bukan hak milik, seperti hewan rampasan, curian, hewan yang diklaim sebagai miliknya tanpa bukti atau yang lainnya. Karena tidak sah mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan maksiat kepada-Nya.

5.) Hewan qurban tersebut tidak berkaitan dengan hak orang lain, sehingga tidak sah berqurban dengan hewan yang digunakan sebagai agunan hutang.

6.) Penyembelihan hewan qurban dilakukan pada waktu yang telah ditentukan secara syar?i yaitu setelah shalat ?Ied pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) hingga tenggelamnya matahari pada hari tasyriq terakhir yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Dengan demikian waktu untuk menyembelih qurban adalah 4 hari, pada hari ?Ied setelah selesai shalat dan tiga hari setelahnya. Oleh karena itu barangsiapa berqurban sebelum sholat ?Ied atau setelah matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah maka qurbannya tidak sah.

Nah sekarang udah tau kan syarat-syaratnya berqurban. 😁
Sekian dulu guys,
Wassalamu’alaykum.. 😉

Source : http://www.nurulhayat.org/syaratsyarat-berqurban

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.